1. Install FreeBSD hingga selesai
2. Masukan ip nya :
Edit file rc.conf.
- suwal#ee /etc/rc.conf
contoh :
defaultrouter=”202.xxx.xxx.xxx” –> default router
gateway_enable=”YES”
hostname=”suwal.suwil.net”
ifconfig_fxp0=”inet 202.xxx.xxx.xxx netmask 255.255.255.240″ -> ke arah ISP
ifconfig_fxp1=”inet 192.168.0.3 netmask 255.255.255.0″ -> ke LAN kita
keymap=”us.iso”
sshd_enable=”YES” –> aktifkan ssh
ipnat_enable=”YES” –> aktifkan ipnat
3. Adduser
suwal# adduser
Username: gowang
Full name:
Uid (Leave empty for default):
Login group [gowang]: wheel
Login group is wheel. Invite gowang into other groups? []:
Login class [default]:
Shell (sh csh tcsh nologin) [sh]: tcsh
Home directory [/home/gowang]:
Use password-based authentication? [yes]:
Use an empty password? (yes/no) [no]:
Use a random password? (yes/no) [no]:
Enter password:
Enter password again:
Lock out the account after creation? [no]:
Username : gowang
Password : *****
Full Name :
Uid : 1004
Class :
Groups : wheel
Home : /home/gowang
Shell : /bin/tcsh
Locked : no
OK? (yes/no): yes
adduser: INFO: Successfully added (gowang) to the user database.
Add another user? (yes/no): no
Goodbye!
4. Buat file ipnat.rules nya
- suwal# ee /etc/ipnat.rules
conto nya : map fxp0 192.168.0.0/24 -> 202.xxx.xxx.xxx/32
5. Setelah itu reboot terlebih dahulu, agar script di rc.conf nya dapat di load….
6. Selesai
b. fungsi WAN
c. fungsi MAN
d. fungsi Router
e. fungsi kabel UTP
2. Bluelink merilis wireless router WiFi seri N yang memiliki kemampuan tranfer data mencapai?
a. 85 Mbps hingga 95 Mbps
b. 60 Mbps hingga 80 Mbps
c. 56 Mbps hingga 69 Mbps
d. 70 Mbps hingga 80 Mbps
3. Router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut?
a. Lokal Router
b. DSL Router
c. Wireles Router
d. Switch Router
e. Bridge Router
4. Pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer disebut?
a. Routing statik
b. Routing fleksibel
c. Routing dinamik
d. Routing protocol
e. Routing router
5. Dibawah ini yang termasuk jenis jenis Router yang paling benar adalah:
a. Router aplikasi, router PC, router Hardware
b. Router PC, router Hardware, Router Dinamik
c. Router Dinamik, router Statik, router Aplikasi
d. Router software, router Hardware, router Aplikasi
e. Semuanya Benar
KGOS sendiri berasal dari nama 'Kendal Go Open Source'. OS ini merupakan hasil remastering dari Ubuntu 9.10 dengan penambahan beberapa program-program fungsional dan dibuat oleh Tim Pengembangan Open Source SMA Muhammadiyah 1 Weleri, Kabupaten Kendal. Sistem operasi KGOS v.100110 dipaket dalam satu DVD dengan ukuran file total kurang lebih 1,5 GB.
Dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (11/1/2010), dalam acara peluncuran yang digelar di Pendopo Kabupaten Kendal tersebut dilaksanakan juga seminar nasional dengan sub tema 'Open Source, Pilihan Terbaik Dunia Pendidikan'.
Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta, yang sebagian besar terdiri atas guru dan para pengguna teknologi informatika, serta Bupati Kab. Kendal Siti Nurmarkesi. Sementara untuk pembicara diisi oleh Kepala PUSTEKOM Depdiknas Lilik Gani dan 'pendekar TI' Tanah Air Onno W. Purbo.
Dalam sambutannya Bupati Kendal mengungkapkan bahwa nantinya sistem operasi ini akan masuk dalam program kerja prioritas kabupaten. Beliau bahkan mendorong Kepala Dinas Pengolah Data Kab. Kendal untuk melakukan pendekatan secara proaktif kepada Tim Pengembang Open Source SMA Muhammadiyah 1 Weleri.
Menurut Onno Purbo, dengan diluncurkannya sistem operasi KGOS v.100110, Kendal menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang meluncurkan sistem operasi Open Source secara mandiri. Momentum ini semestinya bisa mendorong daerah lain untuk mengikuti jejak kabupaten yang ada di bumi pantura Jawa Tengah.
Onno menambahkan bahwa kunci pengembangan KGOS berada di 'dada kebanggaan' lokal Kendal. Saat KGOS menemukan momentum sebagai yang pertama di Indonesia, semestinya hal ini cukup untuk menyematkan kebanggaan di dada para pemakai KGOS yang kemudian menjadi bahan bakar untuk pengembangan KGOS selanjutnya.
Data Qualys, penyedia layanan manajemen kelemahan piranti lunak, menempatkan Firefox sebagai piranti lunak paling 'bolong'. Artinya, piranti Open Source ini memiliki jumlah kelemahan paling banyak selama 2009 berdasarkan laporan publik.
Seperti dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (22/12/2009), ini bukan berarti Firefox adalah piranti lunak paling lemah sejagat. Karena dikembangkan secara Open Source, wajar saja jika jumlah kelemahan yang terungkap di Firefox akan sangat besar.
Bandingkan dengan piranti lunak tertutup (Proprietary) yang jumlah kelemahan yang diketahui publik kebanyakan hanya terbatas pada kelemahan yang ditemukan pihak ketiga. Entah berapa banyak kelemahan yang ada namun tak diketahui.
Firefox menempati posisi pertama dengan jumlah 102 lubang. Berikutnya, di posisi kedua, adalah Adobe Reader yang mencapai 45 lubang (tiga kali lipat dari tahun sebelumnya). Di tempat ketiga adalah Microsoft Office yang 'hanya' mencatatkan 41 lubang. Kemudian ada Internet Explorer dengan 30 lubang.
Wolfgang Kandek, Chief Technology Officer dari Qualys, mengatakan angka ini berarti pihak penyerang mulai beralih dari mencari kelemahan pada sistem operasi ke piranti lunak di atasnya.
"Sistem operasi makin stabil dan sulit diserang, itu mengapa para penyerang beralih ke aplikasi. Adobe adalah fokus besar dalam serangan saat ini, 10 kali lebih besar daripada Microsoft Office. Meski demikian, target besar seperti Internet Explorer dan Firefox tetap jauh dari aman," ujarnya.
Wicak Hidayat - detikinet
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan program 100 hari kinerja departemennya rata-rata telah terselesaikan di atas 90 persen.
"Untuk program 100 hari rata-rata pencapaian sudah 92 persen," kata Tifatul Sembiring di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, sejumlah program seperti proyek pembangunan serat optik untuk ruas Indonesia Timur yakni Palapa Ring telah dilauncurkan pada 30 November 2009 dan terus berjalan hingga ditargetkan rampung akhir 2010.
Program yang lain seperti 25.000 desa berdering di 32 provinsi telah tercapai 23.000 desa."Sementara program 100 desa internet sudah berjalan," katanya.
Sektor telekomunikasi sendiri telah mampu menyumbangkan kepada PNBP nasional mencapai Rp9,91 triliun hingga akhir Desember 2009 atau 1,26 persen melebihi target yang ditetapkan Rp7,26 triliun.
"Saya rasa cukup bagus sektor ini menyumbang kepada PNBP nasional," katanya.
Pada 2010, pihaknya fokus untuk melanjutkan rencana pembentukan ICT Fund untuk menunjang penyediaan dana pembangunan jaringan serat optik untuk wilayah Indonesia timur.
Pihaknya juga menyatakan akan menyelesaikan penerapan program IGOS (Indonesia Go Open Source) bagi seluruh institusi pemerintahan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Sejumlah program lain akan dilaksanakan pada 2010 yakni menyelesaikan rehabilitasi dan peningkatan kapasitas pemancar televisi untuk 30 stasiun televisi di wilayah Indonesia.
TIfatul mengatakan pihaknya juga akan merintis penyediaan media center di 15 kabupaten/kota yang memiliki wilayah perbatasan, tertinggal, dan terpencil. Di bidang regulasi, pihaknya akan mulai memberlakukan UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada 1 April 2010.(*)





























